Share Article
Senin, 14 Juli 2014 - 07:08:18 WIB

Penanaman kembali Hutan Mangrove di Muara Gembong

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Indonesia Lestari - Dibaca: 4255 kali

Muara Gembong merupakan sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini terletak 64 km dari pusat Kota Bekasi, dan untuk mencapainya diperlukan waktu tak kurang dari empat jam perjalanan dari kota Jakarta dan sekitar dua setengah jam dari Kota Bekasi. Dikelilingi oleh lahan perairan laut Jawa yang luas dan terhimpit di antara Jakarta Utara dengan Kabupaten Karawang, menjadikan mayoritas penduduk yang mendiami tempat ini bermata pencaharian sebagai nelayan, menangkap ikan, kepiting dan juga udang untuk dijual ke Jakarta khususnya ke daerah Cilincing, Ancol, dan Muara Angke.

Muara Gembong terkenal dengan potensi alamnya, muara ini adalah habitat ikan bandeng yang sangat diminati oleh warga Jakarta karena dagingnya yang tidak bau, hal itu dikarenakan 'bandeng gembong' diberikan pakan ikan yang alami. Selain bandeng, kepiting dari Muara Gembong juga terkenal di Jakarta, kemudian 'Terasi Jembret', terasi yang diolah secara alami oleh beberapa penduduknya. Beberapa istri nelayan mengolah udang rebon yang didapat dari laut untuk dijadikan terasi.

Namun, keindahan potensi alamnya tersebut tercemar oleh ulah tangan-tangan jahil manusia. Menurut Penggiat Lingkungan dan LSM lingkungan hidup setempat, hutan mangrove di pesisir laut Muara gembong terus menyusut dari sekitar 400 hektar hingga tinggal 300 hektar. Menyusutnya hutan Mangrove tersebut dikarenakan penebangan yang dilakukan oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab. Akibatnya Banjir rob atau masuknya air laut ke daratan di wilayah Bekasi bagian utara makin menggila dalam tiga tahun terakhir. Air laut tidak hanya menyebabkan permukaan air sungai di dekat muara makin naik, tapi air sudah masuk jauh ke perkampungan penduduk, khususnya di kawasan Muara Gembong.

Sebagai wujud pelaksanaan tanggung jawab sosial, BRI bekerja sama dengan Media Kompas berupaya mengurangi dampak abrasi laut itu dengan melakukan penanaman kembali mangrove. Kerja sama tersebut juga turut melibatkan siswa-siswi sekolah dari SD sampai SMA di daerah setempat. Kerja sama ini bertema ‘Mangrovestasi, Gerakan Tanam Mangrove Untuk Investasi Masa depan’. Rencananya kegiatan ini akan diadakan di 10 wilayah pesisir di Indonesia, untuk kegiatan awal adalah di wilayah Muara Gembong. Pelaksanaan Kegiatan Mangrovestasi di Kota Pertama ini dilaksanakan pada tanggal 7-8 mei 2014 bertempat di SMAN 1 Muara Gembong, Bekasi Utara.

Kegiatan Hari pertama berisikan pelatihan kepada Siswa berupa pengenalan tentang manfaat mangrove bagi lingkungan sekitar serta pengolahan hasil mangrove untuk meningkatkan perekonomian. Pelatihan tersebut diisi oleh Kelompok Tani Mangrove Lembah Hijau, yang selama ini aktif menggerakkan masyarakat sekitar Muara Gembong untuk ikut melestarikan dan memanfaatkan hasil mangrove. Pada hari kedua, BRI dan Kompas beserta 300 siswa – siswi dari SMPN 1 dan SMAN 1 Muara Gembong bergotong royong melakukan penanaman sekitar 400 bibit mangrove di Pantai Bahagia. 'Kami senang udah dilibatin sama kakak – kakak dari Jakarta ini untuk ikut menanam pohon bakau di kampung halaman kami', Ucap Salim, Ketua OSIS SMAN 1 Muara Gebong. 'Semoga pohon – pohon ini cepet tumbuh, sehingga sekolah kami tidak kebanjiran lagi', ujar Dewi Paramitha, siswi SMAN 1 Muara Gembong.

Lestarikan Bakau

Menurut Corporate Secretary BRI Budi Satria, kerja sama dengan Harian Kompas di bidang pelestarian lingkungan hidup terjalin sejak tahun 2013 yang lalu. Kedua belah pihak memiliki keprihatinan yang sama terkait dengan kondisi hutan Mangrove di Indonesia yang saat ini sudah cukup mengkhawatirkan. Program dengan tema ‘Mangrovestasi, Gerakan Tanam Mangrove Untuk Investasi Masa depan’ ini rencananya akan dilaksanakan di 10 (sepuluh) wilayah pesisir di Indonesia, yaitu Jakarta (Pantai Muara Gembong), Jawa barat (Subang), Jawa Timur (Tuban), Jawa Tengah (Semarang), Bali (Denpasar), Sulawesi Selatan (Maros), Kalimantan (Mempawah), Sumatera Selatan (Palembang), Yogyakarta (Kulonprogo), Sumatera Utara (Langkat). 'Untuk merealisasikan program tersebut, BRI Peduli telah menganggarkan dana hampir Rp. 2 Milyar.' Ucap Budi.

'Menyusutnya hutan mangrove di beberapa daerah menyebabkan abrasi laut dan juga kerusakan ekosistem pantai. Apabila kondisi ini tidak segera diperbaiki, maka dikhawatirkan kerusakan lingkungan akan semakin parah,' ujar Budi Satria. 'Selain akan mengembalikan fungsi kawasan ini sebagai hutan lindung, aksi penanaman ini diharapkan juga dapat sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan,' lanjut Budi.




Isi Komentar :
  • Bank BRI Meluncurkan Teras Kapal BRI Pertama di Indonesia di Kepulauan Seribu
  • Bank BRI Bekerjasama dengan LKBN Antara menyelenggarakan Lomba Foto UMKM untuk Kategori Jurnalis dan
  • Bank BRI Bekerjasama dengan Kompas melaksanakan Program Teras Usaha Mahasiswa di 6 Kota di Indonesia
  • Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan meresmikan Hunian Tetap Warga di Banja
  • BRI akan melakukan perbaikan sarana prasarana sanitasi dan kesehatan lingkungan kawasan kumuh kota

1727929

Pengunjung hari ini : 121
Total pengunjung : 626143
Hits hari ini : 412
Total Hits : 1727929
Pengunjung Online : 5
Pilih Program Prioritas Anda?

Lihat Hasil Poling