Share Article
Rabu, 17 September 2014 - 15:47:04 WIB

AKRAB BERSAMA BRI

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kisah Indonesia - Dibaca: 4249 kali

Gerakan kolaboratif (sebuah pengantar)

Buta huruf dan miskin, dua permasalahan mendasar yang masih terjadi di Indonesia. Kedua masalah tersebut saling terkait satu dengan yang lainnya dan bisa jadi merupakan hubungan sebab akibat. Secara geografis penduduk buta huruf dan penduduk miskin banyak kita jumpai di desa-desa hutan dan desa-desa pesisir. Pengalaman dilapangan memberikan pembelajaran, bahwa untuk mengatasi masalah buta huruf dan kemiskinan harus dilakukan secara bersamaan. Untuk menangani masalah buta huruf di Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan sebuah program yang di sebut AKRAB (Aksara agar berdaya). Melalui AKRAB diharapkan pemberantasan Buta Aksara tidak hanya semata-mata untuk membuat masyarakat melek huruf tetapi juga masyarakat memiliki keberdayaan untuk meningkatkan kualitas hidupnya menjadi sejahtera. Program ini di luncurkan sebagai tindak lanjut dari Program Literacy Initiative for Empowerment (LIfE) atau Prakarsa Keaksaraan untuk Pemberdayaan yang dicanangkan oleh UNESCO.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan lembaga keuangan milik Pemerintah yang 'terbesar' dan 'tersebar' di seluruh pelosok negeri ini dan sudah membuktikan diri sebagai Bank yang 'merakyat'. Karena BRI melayani yang tak terlayani oleh Bank-Bank lain. Kelahiran dan keberadaan BRI tak bisa di lepaskan dari sejarah perjuangan dan komitmen untuk membebaskan warga Indonesia dari belenggu kemiskinan. Paguyuban Lembaga Masyarakat Desa Hutan Provinsi Jawa Tengah (GUGAH JATENG) merupakan lembaga yang mewadahi masyarakat desa hutan dan pesisir di Jawa Tengah. Lembaga ini lahir dari semangat untuk bersama-sama memberdayakan masyarakat, membangun desa dan melestarikan sumberdaya hutan.

AKRAB bersama BRI sebuah program kolaboratif antara Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Corporate Sosial Responsibility Bank Rakyat Indonesia yang di implementasikan oleh Paguyuban Lembaga Masyarakat Desa Hutan Jawa Tengah, merupakan gerakan bersama untuk mewujudkan warga Indonesia melek aksara,berdaya dan sejahtera.

AKRAB bersama BRI,Belajar dan Berkarya

AKRAB bersama BRI secara resmi diluncurkan pada tanggal 21 februari 2012 di kampus Boarding School Mbangun Desa, Desa Ketenger Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Peluncuran program ini di hadiri oleh rombongan Pejabat dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Ditjend PAUDNI Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang di pimpin oleh Bapak Asmawi, rombongan dari Divisi Sekretariat Perusahaan BRI dibawah komando Srikandi CSR BRI Ibu Lisco,Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Bapak Drs Jukri MPd,Pimpinan BRI Cabang Ajibarang, Pimpinan BRI Cabang Purwokerto, Pimpinan BRI Cabang Gombong dan Pimpinan BRI Cabang Cilacap. Hadir pula seluruh warga belajar peserta program dari Desa Karang kemiri Kecamatan jeruk Legi Kabupaten Cilacap berserta Kepala Desanya, Kepala Desa dan seluruh warga belajar peserta program dari Desa Argopeni dan Desa Karang Dhuwur Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Tak ketinggalan warga kampung Pesawahan Desa Gununglurah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.

Peresmian AKRAB Bersama BRI di tandai dengan penyerahan bantuan dana program kepada penyelenggara kegiatan di Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Kebumen, masing-masing sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah). Dana tersebut di peruntukkan untuk kegiatan pembelajaran dan pengelolaan usaha bagi 80 (delapan puluh) warga belajar peserta program. Di Kabupaten Cilacap,tepatnya di Desa karang Kemiri Kecamatan Jeruklegi, program AKRAB bersama BRI di tujukan untuk menguatkan keberaksaraan warga belajar khusus kaum perempuan sebanyak 40 (empatpuluh) orang. Kegiatan pembelajaran keaksaraan dalam bentuk tutorial di laksanakan seminggu 2 (dua) kali bertempat di Balaidesa. Kegiatan usaha yang di kembangkan adalah produksi Susu Kedele (SULE) dan budidaya papaya California. Sebagai coordinator AKRAB bersama BRI di Kabupaten Cilacap adalah Ibu Purwati SPd yang juga sebagai ibu ketua Tim Penggerak PKK desa Karangkemiri Kecamatan Jeruklegi.

Di desa Argopeni dan desa Karangdhuwur Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen,AKRAB bersama BRI mengembangkan kegiatan usaha Gula Kristal. Gula Kristal adalah gula kelapa yang proses pembuatan akhir tidak di cetak melainkan di gerus dengan menggunakan batok kelapa kemudian di ayak sehingga menjadi butiran-butiran kecil seperti gula pasir. Program di Kebumen juga diikuti oleh 40 (empat puluh) warga belajar campuran laki-laki dan perempuan dengan pendekatan keluarga. Setiap warga belajar mewakili satu keluarga. Pemilihan jenis usaha Gula Kristal di Kabupaten Kebumen merupakan pengembangan dari kegiatan usaha gula Kristal yang sudah di lakukan dan cukup berhasil di Kabupaten Banyumas. Dengan memproduksi gula Kristal, pendapatan petani gula (warga belajar) meningkat rata-rata di atas 30 %. Peningkatan pendapatan ini di karenakan harga jual gula Kristal minimal 30 % lebih mahal dari gula cetak biasa. Misalnya harga gula cetak di pasaran Rp. 7.000,- maka harga gula Kristal menjadi Rp. 9.100,-. Saat ini harga gula cetak rata-rata Rp. 8.000,-. Tetapi harga gula Kristal saat ini di tingkat petani sebesar Rp. 12.000,-. Artinya ada peningkatan pendapatan sebesar Rp. 4.000/kg. rata-rata produksi gula petani sebanyak 5 kg per hari. Berarti terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp. 20.000/hari/petani.

Secara umum program AKRAB bersama BRI cukup berhasil. Hal ini bisa di lihat dari beberapa kondisi sebagai berikut :
1. Dari sisi pembelajaran keaksaraan, 80 (delapan puluh) peserta program yang semula buta aksara, sekarang sudah memiliki kemampuan membaca dan menulis huruf latin dengan baik
2. Usaha yang di kembangkan sudah mampu memberikan tambahan pendapatan kepada peserta program
3. Semua peserta program sudah memiliki rekening simpanan di BRI dan mereka juga sudah mengetahui bagaimana tata cara berhubungan dengan Bank
4. Oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, AKRAB bersama BRI di jadikan “sukses story” dan di presentasikan dalam sebuah seminar “Education for Sustainable Development” (EfSD) di Jepang pada bulan Juli 2014.

Tantangan kedepan

Usaha gula Kristal yang di kembangkan dalam program AKRAB bersama BRI,menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Pasar gula Kristal terbuka lebar. Sebagai informasi saat ini ada permintaan gula Kristal dari Pusat Pengembangan Produk-produk Rakyat (P3R) Purwokerto sebanyak 25 (dua puluh lima) ton perbulan. Perusahaan jamu nasional PT Sido Muncul Semarang juga sangat tertarik untuk bekerjasama. Persoalannya adalah dari warga binaan AKRAB bersama BRI, saat ini baru mampu memproduksi maksimal 10 (sepuluh) ton setiap bulan. Sehingga di perlukan pengembangan basis-basis produksi di berbagai desa lain di wilayah eks karesidenan Banyumas. Kegiatan yang di perlukan adalah pelatihan produksi gula Kristal bagi para petani gula kelapa dan peralatan untuk produksi yaitu alat penggerus dan saringa.

Proses produksi yang masih tradisional dan pengeringan gula Kristal yang masih mengandalkan sinar matahari, menjadi persoalan ketika musim hujan. Di butuhkan alat pengering untuk mempercepat proses pengeringan dan sekaligus mengatasi masalah ketika musim hujan datang. Tantangan lainnya adalah bagaimana mengorganisir perajin gula Kristal warga binaan BRI agar mereka bisa menjadi sebuah komunitas usaha yang memiliki kemampuan untuk bertahan dalam persaingan global.

Purwokerto, September 2014

Muhamad Adib Inisiator Program AKRAB Bersama BRI




Isi Komentar :
  • Bank BRI Meluncurkan Teras Kapal BRI Pertama di Indonesia di Kepulauan Seribu
  • Bank BRI Bekerjasama dengan LKBN Antara menyelenggarakan Lomba Foto UMKM untuk Kategori Jurnalis dan
  • Bank BRI Bekerjasama dengan Kompas melaksanakan Program Teras Usaha Mahasiswa di 6 Kota di Indonesia
  • Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan meresmikan Hunian Tetap Warga di Banja
  • BRI Kembangkan Teras Usaha Nelayan di Pesisir Pantai Tegal

1595899

Pengunjung hari ini : 250
Total pengunjung : 582768
Hits hari ini : 673
Total Hits : 1595899
Pengunjung Online : 5
Pilih Program Prioritas Anda?

Lihat Hasil Poling